Vihara Ratanava Arama

Vihara Ratanava Arama


Penulis: Hofiyatun N, Siti Ernaranj, Kristiyanti, Fauzi Alfi Y,  Pri Hatmoko, dan Rona Rizki M
(Siswa SMA Negeri 1 Pamotan, kelas XI Jurusan IPS). .

Pada hari rabu tepatnya tanggal 25 januari 2017 kami di dampingi guru sosiologi bpk suhadi melakukan kunjungan ke " Vihara Ratanafana Arama " yg berada di desa Sendangcoyo Kec. Lasem . perjalan dari sekolah memuju ke vihara lumayan jauh karna kita harus melewati jalan yg menanjak dan di sisi jalan ada jurang. Setelah sampai ke vihara kita di ajak melihat situs" oleh kak Deedy.

Situs Pertama


Raja suddhodana dan ratu mahamaya sudah lama menikah tp blm mrndapat anak. Suwaktu itu ratu mahamaya bermimpi masuk ke istana emas, di sana ada gajah putih dengan membawa bunga teratai di belalainya. Dan mengelilingi perut ratu mahamaya selama 3 kali dan masuk kedalam perut ratu mahamaya di sebelah kanan. Kemudian ratu mahamaya hamil. Saat anaknya nanti lahir dia akan di kenal sebagai seorang budha besar.


Situs kedua


Setelah itu kami diajak kepatung budha yang sedang bersemedi untuk mendapatkan wahyu sebagai biksu selama 7 tahun karena selama semedi dia tidak makan dan minum sehingga badannya menjadi kurus. Dan sampai tidak bisa bangun karena badannya sangat lemas. Kemudian ada seorang perempuan yang memberikan susu padanya.


Situa ketiga


Selanjutnya kita melanjutkan ke situs ketiga terdapat patung sidharta gautama berdiri diatas bunha teratai dengan tangan kanan diangkat setinggi dada, dengan telapak tangan menghadap ke depan. Patung sidharta gautama menemukan 7 langkah mencapai kesempurnaan hidup, yaitu : sati (perhatian) , dhamma (penyelidikan), viria (semangat), piti (perguruan), pasadi(ketenangan), samadhi(pemusatan pikiran) ,upekkha(keseimbangan batin).


Situs keempat 


Terdapat pating sidharta gautama duduk bersila diatas bunga teratai sedang menyampaikan ajarannya berada didepan 5 muridnya. Untuk pertama kalinya sang budha menyampaikan ajarannya kepada 5 muridnya ditaman rusa isipatna , lndia.


Situs kelima 


Semakin keatas, kita akan sampai kesitus kelima, terdapat patung budha tidur sang budha tidur dengan posisi miring kenanan dan tangan tangannya di lipat didepan wajahnya. Patung ini menggambarkan sang budha meninggal dunia dengan sempurna . Beliau meninggal di pariwibhana meninggal di usia 80 tahun di bawah pohon sala kembar. Saat pembakaran beliau sekejap hilang di bantu dewa api dan abunya di perebutkan rakyat India .

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama