"TIK" DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA

"TIK" DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA

-->
PENDAHULUAN

Dalam makalah ini akan disampaikan peranan mata pelajaran TIK di SMA dalam rangka meningkatkan pembangunan manusia dan masyarakat Indonesia yang majmuk/multikultural ini. Makalah ini akan mengulas (sederhana) tentang kurikulum TIK di SMA, apakah dalam contain  kurikulum tersebut telah sejalan dengan nafas dari falsafah pendidikan Indonesia. Dengan demikian, dapat ditarik benang merah akan rumusan-rumusan TIK yang bagaimanakah yang perlu diajarkan kepada para siswa di SMA.

PEMBAHASAN

Mengenal Falsafah Pendidikan Indonesia
Dalam konstitusi Negara Indonesia (UUD 1945), pendidikan harus bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa (Indonesia). Bangsa yang cerdas dimaknai sebagai bangsa yang mandiri, tidak tergantung dengan bangsa lain dalam mewujudkan tujuan bangsa. Bangsa yang cerdas yaitu bangsa yang tahu dia memiliki sumber daya alam apa saja. Bangsa yang cerdas yaitu bangsa yang tahu dia harus menguasai ilmu apa untuk mengolah sumber daya alam yang dimiliki. Selanjutnya bangsa yang cerdas yaitu bangsa yang mampu memadukan sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk mencerdaskan bangsanya, bukan bangsa asing. 

Dalam Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Pendidikan IPS), tujuan pendidikan yaitu mencetak generasi muda yang berguna bagi bangsa dan Negara serta selalu memancarkan rasa cinta kasih untuk tanah air Indonesia. Tentunya proses pendidikan berjalan dengan nafas falsafah pendidikan Indonesia. Pendidikan harus berlandaskan ketuhanan yang mahaesa. Pendidikan harus mencetak generasi yang mampu bersikap dan berperilaku adil serta beradap. Pendidikan harus mencetak generasi yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia, bukan mendisintegrasikan bangsa. Pendidikan harus mencetak generasi muda Indonesia yang mengedepankan permusyawaratan, dimana hikah dan kebijaksanaan selalu menjadi panglima, bukan anarkhisme. Dan pendidikan harus mencetak generasi yang mampu menciptakan kesejahteraan sosial bagi seluruh Indonesia.

Mengenal TIK dalam Kurikulum di SMA
TIK di SMA sering difahami sebagai mata pelajaran komputer. Pandangan tersebut didorong dengan banyaknya muatan-muatan komputer yang dominan. Padahal jika dilihat dari istilahnya, TIK merupakan kepanjangan kata dari Teknologi Informasi dan Komunikasi. Mengapa pandangan secara umum TIK dipandang sebagai mata pelajaran komputer? Mengapa TIK tidak dipandang sebagai ilmu tentang teknologi informasi yang mampu mengantarkan kesejahteraan bangsa Indonesia? Mengapa juga TIK tidak dipandang sebagai ilmu tentang komunikasi yang mampu mengantarkan kesejahteraan bangsa Indonesia? Bahkan ketakutan dari orang tua, TIK hanya mengantarkan anak-anaknya untuk mengkonsumsi pornografi dan pornoaksi di dunia maya? Jika demikian, berbarti TIK tidak berlandaskan dengan falsafah pendidikan Indonesia dan pendidikan IPS secara ideal? Untuk itu perlu mengenal contain kurikulum TIK di SMA. Berikut ulasan singkat tentang contain kurikulum TIK di SMA. 

TIK merupakan mata pelajaran yang relatif muda di ajarkan di SMA. Tidak dipungkiri TIK merupakan mata pelajaran yang paling boros menghabiskan dana sekolah karena harus menyediakan laboratorium komputer lengkap beserta jaringan internet yang siap menyedot tagihan listrik, tagihan internet, dan hingga biaya perawatan perangkat komputernya.

Pada kurikulum KTSP 2006 tingkat SMA, TIK diajarkan pada siswa kelas X, kelas sebelas semua jurusan, dan kelas XII di semua jurusan pula. Pada kelas X, disemester ganjil, materi yang diajarkan yaitu teori tentang data, teori tentang informasi, etika moral penggunaan komputer, prosesdur menghargai HAKI (Hak Intelektual), prinsip K3 (keselamatan kerja komputer, jarak mata dan posisi duduk dalam menggunakan komputer). Disusul kemudian TIK pada semester genap, diajarkan tentang teori dan praktik penggunaan program Microsoft Office Word.

Pada kelas XI semester ganjil, materi TIK yang diajarkan yaitu tentang seluk beluk internet. Pada materi ini biasanya siswa diajarkan tentang mengenal search engine Google dan Yahoo, cara membuat email, dan bagaimana cara mencari informasi dan ilmu pengatahuan di internet. Disusul kemudia pembelajaran program Microsoft Office Excel. Pada tahap ini, siswa biasanya diajarkan tentang seluk-beluk Excel, pembuatan tabel, dan memfungsikan Excel untuk kebutuhan perhitungan atau olah data tabel ke bentuk visual yang menarik.

Pada kelas XII semester ganjil, materi TIK yang diajarkan yaitu desain grafis. Program desain grafis yang diajarkan diantaranya program Photoshop dan program CorelDraw. Titik tekan materi ini siswa diharapkan mampu mengolah bahan gambar atau menciptakan gambar menjadi menarik. Dilanjutkan pengenalan dan penggunaan program power point untuk media presentasi.

Rumusan TIK di SMA saat ini
Berdasarkan bedah (secara singkat) kurikulum TIK di SMA di atas, rumusan TIK dalam SMA saat ini adalah merupakan mata pelajaran teori dan praktik berbasis komputer. Hal ini dapat dilihat banyaknya contain komputer yang  mendominasi materi di kelas X, XI dan XII di berbagai jurusan. Jika dihubungkan dengan falsafah pendidikan Indonesia dan tujuan pendidikan IPS, TIK masih jauh dari harapan. Tentu ini merupakan tantangan ke depan akan bagaimana TIK di rumuskan dalam pendidikan Indonesia.


Tantangan Rumusan TIK dalam Pendidikan Indonesia
Beberapa tantangan rumusan TIK dalam pendidikan di Indonesia, khususnya pada para siswa di SMA, adalah sebagai berikut;
-         mata pelajaran TIK harus merupakan Teknologi Informasi yang bukan hanya mempelajari computer. Karena computer merupakan salah satu produk teknologi informasi. Teknologi informasi yang memuat alat dan cara pada perkembangan hari ini selalu bertambah dan bertambah. TIK harus menyentuh berbagai produk media informasi, baik visual, audio, maupun media audio visual.
-         Mata pelajaran TIK harus merupakan mata pelajaran komunikasi interaktif. Teori tentang komunikasi (sosiologi, antropologi, dan psikologi) harus di masukkan. Pada hari ini banyak masyarakat yang miskin hanya gara-gara tidak melek informasi. Masyarakat rugi dalam berdagang hanya gara-gara salah menafsirkan komunikasi. Untuk itu perlu (misalnya) adanya teori tentang analisis informasi di media massa (media cetak dan elektronik). Dengan demikian masyarakat kita akan sadar makna komunikasi untuk hidup mereka dalam meningkatkan kualias hidup.
-         Mata pelajaran TIK harus sebagai ilmu yang mampu menciptakan kreativitas baru yang kemudian mampu mengantarkan masyarakat ke arah sejahtera. Bukan sebaliknya, mata pelajaran TIK hanya sekedar membeli produk-produk berbasis computer yang hanya sebatas untuk simbol status dan kelas sosial semu belaka.
-         Mata pelajaran TIK harus sebagai ilmu yang mampu menciptakan keberanian masyarakat untuk tidak mengantarkan generasi muda dalam mengkonsumsi pornografi dan porniaksi di dunia maya. Bahkan ironis sekali para guru TIK malah mereka yang pertama dalam mengkonsumsi produk pornografi dan porniaksi di dunia maya.
-         Mata pelajaran TIK harus sebagai ilmu yang mampu menciptakan falsafah pendidikan Indonesia yang berketuhanan yang mahaesa, yang berkemanusian yang adil dan beradap, yang berpersatuan Indonesia, yang bermusyawaratan yang dipimpin akan hikmah dan kebijaksanaan, dan yang berkesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
-         Mata pelajaran TIK harus sebagai ilmu yang mampu menciptakan generasi yang berguna bagi bangsa dan Negara, serta selalu cinta pada tanah air dan bangsanya yang majmuk/multicultural ini.

PENUTUP

Dengan demikian, untuk mewujudkan rumusan TIK dalam pendidikan di Indonesia, yang perlu dilakukan yaitu kurikulum TIK harus berwawasan kebangsaan Indonesia yang majmuk, bukan yang selalu barat. Teknologi informasi yang local genius (inteltualitas berbasis lokal) perlu di gali. Terlebih ilmu komunikasi yang perlu diterapkan pada bangsa yang majmuk ini perlu diracik secara multiperspektif dan multidisiplin. Dengan demikian peranan TIK dalam rangka meningkatkan pembangunan manusia dan masyarakat Indonesia yang bermartabat, tercapai.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama