Nama Saya Surati, Part 2

Nama Saya Surati, Part 2



Setelah itu tahun 2013 saya dinyatakan lulus dari SMA N 1 Pamotan dan disana saya memiliki gejolak yg sangat tinggi untuk melanjutkan kuliah, saya berusaha untuk.mendapatkan beasiswa bidikmisi di UNNES saya mendaftar SNMPTN dg sahabat saya Lia Vitana dan alhasil ditolak. 

Tidak sampai itu saja, saya tetap lanjutkan tekat saya untuk bisa kuliah dan bilang kepada orang tua saya, dan saya berkata "pak aku pingin kuliah " , jawab bapak, “walah nduk lha nak kuliah wae masuk pertama bapak kuat mbayari ndok tapi sakteruse paling bapak ora nduwe popo ra kuat mbayari ". Disitu saya menangis dan saya bertekat akan mendapat beasiswa bidikmisi. 

Surati, saat usai pentas seni tari di Unnes belum lama ini
Saya yakin perjuangan saya akan dikabulkan Sang Maha Pencipta. Saya kemudian ujian di Semarang 3 hari. Lokasi ujian tertulis 2 hari di UNDIP, dan 1 hari ujian praktek di unnes. Sya di Semarang tidak punya sanak saudara. Namun alhamdulillah dapat tumpangan berteduh di rumah budenya Ela. Adapun di unnes saya dapat tumpangan kakak kelas SMP saya. Alhamdulillah sekali saya bersyukur, di permudah jalan saya. Setelah berselang 1 bulan tiba waktunya menanti pengumuman. Untuk melihat pengumuman, saya bela-belain ke Semarang naik motor dengan bekal uang seadanya.

Setelah samapai di kota lama , saya dengan mas saya kena tilang karena mas saya tidak punya sim, mingkin ini sudah jalan saya ditilang 100.000 dan uang saku untuk pulang benar2 tipis tinggal 50.000 rupiah. Setelah sampai UNNES saya ke ruang bptik dan akhirnya saya buka pengumuman dan alhamdulillah saya di terima dan saya segera menelfon ibu saya. Beliau sangat senang, dan sampai sekarang saya menikmati profesi saya sebagai calon pendidik di bidang seni yaitu Pendidikan Seni Tari. 

Saya banyak belajar disini saya bisa mengasah kemampuan saya dalam bidang tari maupun bernyanyi. Suatu berkah yg amat saya syukuri. Tapi di sisi lain banyak pihak yg tidak suka dengan apa yang saya capai dan mengata-ngatai saya. Saya anggap itu sebagai cambuk dan semangat untuk membuktikan bahwa saya bisa dan bisa membanggakan orang tua saya suatu saat nanti. Dengan seni saya bisa naik pesawat gratis, malah dikasih uang saku. Dengan status saya mahasiswa bidikmisi saya bisa jalan-jalan gratis ke pulau seribu. Pesan saya, jangan pernah takut mewujudkan mimpi kalian dari hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Semua itu tergantung niat dan usaha kita. Jayalah pemuda generasi penerus bangsa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama