Yuk, Ketahui Makanan Favorit Bung Hatta

Yuk, Ketahui Makanan Favorit Bung Hatta


Apakah benar sejak kecil Bung Hatta suka masakan Rebung? 

Banyak orang bertanya-tanya, nama panggilan "Bung" pada Bung Hatta ada hubungannya dengan masakah rebung. Lalu apakah benar sejak kecil Bung Hatta suka masakan Rebung?

Tentu ini pertanyaan yang bukan mengada-ada. Pembaca yang baik hati, yuk kita browsing di google. Ayo kita buktikan!!!

Ternyata setelah saya coba browsing di google, masakan favorit Bung Hatta adalah rendang dan gulai. Hadew...???!

Memang tidak banyak tulisan dari Sejarawan yang menuturkan apa saja kesukaan makanan Bung Hatta. Tetapi jangan patah semangat!!! Ternyata, salah satu olahan gulai kesukaan Bapak Proklamator ini adalah gulai rebung. 

Secara lengkap, menu masakan yang disukai Bung Hatta adalah sambel goring buncis, tumis kangkung, sayur bening bayem, sayur asem, semur tebu telor, gulai rebung, singgang ayam, rendang, dan soto.

Rebung atau tunas bambu muda, cukup akrab di meja dapur kita. Bahan olahan masakan ini cukup mudah ditemui di pasar-pasar tradisional. Berbahan rebung, banyak masakan tercipta. Mulai dari bakpia, tumis, lodeh, sub, kuah, hingga semur. Bahan olahan berserat tinggi ini biasa di sulap dengan olahan yang lezat dan nikmat rasa.

Sebagai pemilik kuliner rebung, kita perlu tahu filosofi rebung. Di dalam masyarakat, makna rebung cukup lekat dengan bambu. Makna rebung adalah yang muda, berorientasi lebih maju, fleksibel, berdiri kokoh, berpijak pada keteguhan hati, hingga bermakna mulia.

Untuk itu, dengan aktivitas memasak olahan rebung dan ragam hasil olahannya, kita diharapkan selalu memiliki semangat muda, bersikap inklusif, mimiliki karakter yang kuat, bijaksana dan adil, hingga berjiwa sakti dan patriotis dalam membela bangsa dan negara.

Yuk.... kita cintai masakan kuliner kita sendiri. 
Siapa tahu dengan makan olahan masakan rebung, kita akan memiliki karakter seperti filosofi rebung di atas. Seperti karakter Bung Hatta, bijaksana dan adil. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama